Kamis, 23 April 2015

Ngepost Resume Perkuliahan Ke-11

Pengembangan Produk Bagian II
Materi Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan Mengenai Pengembangan Produk 
(Selasa, 14 April 2015)

A. Pengembangan produk
Pengembangan produk adalah serangkaian aktifitas yang dimulai dari analisis persepsi dari peluang pasar kemudian diakhiri dengan tahap produksi.

B. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle, PLC)
PLC merupakan konsep yang penting dalam pengembangan produk dan pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu poduk hasil pengembangan. Ada beberapa sebab dilakukannya PLC (Product Life Cycle) yaitu:
1.      Produk memiliki umur yang terbatas
2.      Penjualan produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing memberikan tantangan, peluang dan masalah yang berbeda bagi penjual
3.      Laba naik dan turun pada berbagai tahap siklus hidup produk

Siklus hidup produk terdiri dari 5 tahap, yaitu:
1.      Tahap penemuan dan pengembangan produksi (discovery and development)
2.      Tahap perkenalan (introduction)
3.      Tahap pertumbuhan (Growth)
4.      Tahap kedewasaan (maturity)
5.      Tahap penurunan (decline)

C. Enam Kategori Produk Baru:
1.      Produk baru bagi dunia
2.      Lini produk baru yaitu bagian-bagian dari produk
3.      Tambahan pada lini produk yang telah ada
4.      Perbaikan dan revisi produk yang telah ada
5.      Repositioning/ penentuan kembali posisi
6.      Pengurangan biaya

D. Mengorganisasikan Pengembangan Produk Baru
1.      Manajer produk
2.      Manajer produk baru
3.      Komite manajemen tingkat tinggi
4.      Departemen produk baru
5.      Kelompok kerja: suatu kelompok yang berasal dari berbagai departemen operasi dan  
   ditugaskan untuk mengembangkan suatu produk atau bisnis tertentu

E. Proses Keputusan Pengembangan Produk Baru

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXzfhP8LoHGe5Bjyp8x87bCqjSufovyNcuq-ZzxSXz0v-ZARWH47gHTlYm_9lKv2upXqt1BkdqcpmP33moueD7EudTdwiDrS4KDlXLg3eQEt7SFyyw8kJYR9ASQht80KwyBMw5eFZkzqk/s1600/manajemen-pemasaran-ch-10-10-728.jpg
F. Mengelola Proses Pengembangan Gagasan
Lahirnya suatu gagasan mengenai produk baru dapat muncul  ketika hal-hal berikut ini yaitu:
1.      Berinteraksi dengan yang lain
1.1 Wiraniaga
1.2 Perantara
1.3 Juara produk
2.      Penyaringan gagasan
2.1 Manajer gagasan
2.1 Komite gagasan
2.3 Dua jenis kesalahan pada penyaringan gagasan
3.      Pengembangan Dan Pengujian Konsep
3.1  Gagasan produk, adalah produk yang mungkin dapat ditawarkan oleh perusahaan ke
pasar
3.2  Konsep produk, versi terinci dan suatu gagasan yang dinyatakan dalam istilah-istilah
berarti bagi konsumen
4.      Pengembangan konsep
4.1 Konsep kategori, yang menentukan persaingan produk
4.2 Peta positioning produk, yang menunjukkan posisi sekarang dan merek minuman
      sarapan instan yang sudah ada
5.      Konsep merek

G. Penyebab Produk Baru Gagal
1.      Eksekutif level tinggi mungkin memaksakan gagasan favorit walaupun hasil riset pasar negaif.
2.      ide itu bagus, tapi perkiraan ukuran pasarnya terlalu berlebihan.
3.      Produk tidak dirancang dengan baik
4.      Produk diposisikan secara keliru di pasar tak diiklankan secara efektif, atau tertalu mahal.
5.      Produk gagal untuk memperoleh cakupan distribusi dan dukungan yang cukup.
6.      Biaya pengembangan lebh tinggi darpada yang diperkirakan
7.      Pesaing membalas dengan lebih gencar darpada yang diperkirakan

H. Factor-Faktor yang Cenderung Menghambat Pengembangan Produk Baru
1.      Kekurangan gagasan mengenai produk baru yang penting di bidang tertentu
2.      Pasar yang terbagi-bagi
3.      Kendala sosial dan pemerintah
4.      Mahalnya proses pengembangan produk baru
5.      Kekurangan modal
6.      Waktu pengembangan yang lebih singkat.
7.      Siklus hidup produk yang lebh singkat

Ngepost Resume Perkuliahan Ke-10

Penciptaan dan Pengembangan Produk Bagian I
Materi Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan Mengenai Penciptaan dan Pengembangan Produk (Selasa, 07 April 2015)

A. Pengertian Produk
Produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun yang tidak berwujud, termasuk didalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual (pengecer), dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna untuk memuaskan keinginanya. Pengertian produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai, atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Menurut William J. Station produk adalah sekelompok atribut fisik nyata yang terakit dalam sebuah bentuk yang dapat didefinisikan (dalam arti sempit), sedangkan dalam arti luas produk adalah sekelompok atribut nyata dan tidak nyata didalamnya termasuk kemasan, warna, harga, mutu dan merek ditambah dengan pelayanan dan reputasi penjual.
Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan. 

B. Tahap produksi
Tahap produksi ini memiliki 3 tingkatan: 
1.      Produk inti: Produk inti merupakan tingkatan pertama paling mendasar dan menjawab kebutuhan masyarakat. Produk inti hanya sekedar memenuhi permintaan pelanggan saja.
2.      Produk aktual: Produk aktual ialah produk inti yang sudah mulai dibangun dengan kualitas, desain, fitur, merk, dan kemasan. 
3.      Produk tambahan: Produk tambahan adalah manfaat tambahan yang didapat konsumen setelah menggunakan produk kita jika dibandingkan dengan produk lainnya.

C. Klasifikasi produk
Dalam perencanaan produk dibedakan menjadi 2 klasifikasi produk, yaitu:
1.      Produk konsumen : Produk Konsumen ialah produk yang langsung digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.
2.      Produk industri : Produk industri adalah produk yang digunakan untuk memproduksi barang lain atau dijadikan sebagai alat usaha.

D. Sifat dalam pembentukan suatu produk
Terdapat 3 sifat dalam pembentukan suatu produk:
1.      Produk inovatif  : produk ini adalah produk yang benar-benar baru diciptakan/dibuat jadi produk ini belum pernah dipasarkan sebelumnya 
2.      Produk imitasi : produk ini adalah produk baru bagi perusahaannya akan tetapi produk tersebut sudah ada sebelumnya dipasarkan
3.      Produk pengganti : produk ini adalah produk yang berasal dari produk yang sudah dipasarkan sebelumnya tetapi diperbarui

E. Kriteria dalam penciptaan produk
Ada beberapa kriteria dalam penciptaan produk yaitu sebagai berikut:
1.      Harus seimbang antara permintaan pasar dengan produk yang sesuai dengan lingkungan dan standar sosial serta memenuhi standar yang telah dibuat oleh pemerintah.
2.      Produk harus cocok dengan keuangan pasar atau daya beli
3.      Produk tidak boleh memiliki persoalan hukum
4.      Pencitraan produk harus dilakukan dengan baik. Karena, ada produk baru yang kemudian gagal dipasarkan karena tidak melakukan manajemen produk dengan baik, seperti riset pemasaran yang buruk, masalah dengan desain produk yang tidak menarik atau tidak sesuai dengan kondisi pasar, meluncurkan produk pada waktu yang tidak tepat, dan kegagalan dalam manajemen produk.  

F. Pengembangan Produk
Pengembangan produk disebut juga merchandising adalah kegiatan-kegiatan pembuat barang dan perantara yang bermaksud melakukan penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk dijual atas permintaan pembeli.
Kegiatan yang termasuk ke dalam pengembangan produk adalah penentuan kualitas, ukuran, bentuk, daya tarik lahiriah, labeling, cap tanda (branding), pembungkus (packaging) dan sebagainya untuk menyesuaikan selera yang sedang tumbuh.

G. Langkah-langkah untuk menciptakan dan mengembangkan suatu produk
1.      Penciptaan Ide
2.      Penyaringan Ide
3.      Pengembangan dan Pengujian Konsep
4.      Pengembang Strategi Pemasaran
5.      Analisis usaha
6.      Pengembangan produk
7.      Market testing
8.      Komersialisasi

H. Konsep daur hidup produk
1.    Konsep daur hidup produk dapat dibagi menjadi beberapa tahap menurut karakteristik waktu yaitu sebagai berikut:
2.    Waktu Pengenalan Produk (Introduction). Produsen memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas dengan bermacam cara, seperti promosi, iklan, pameran, personal selling, spanduk sponsor, televisi, radio, media massa atau bauran promosi. 
3.    Waktu pertumbuhan produk (Growth). Meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai  
4.    Waktu kematang/kejenuhan Produk (Maturity). Titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan  
5.    Waktu penurunan produk (decline). Periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan laba menipis. Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut

I. Bukti Fisik Jasa
Bukti fisik berperan penting bagi penyedia jasa dalam membantu sosialiasi, berperan memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan individual maupun interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan servicescape, yaitu konsumen dan karyawan, sebagai paket dari jasa yang ditawarkan dalam suatu cara yang berbeda dengan cara menawarkan barang, dapat membedakan perusahaan jasa dari pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar mana yang dituju.



Ngepost Resume Perkuliahan Ke-9

       Marketing Mix
Materi Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan Mengenai Marketting Mix
(Selasa, 31 Maret 2015)

A. Pengertian Bauran Pemasaran
Menurut Alma: “Marketing Mix” adalah suatu istilah yang menggambarkan seluruh unsur pemasaran dan faktor produksi yang dikerahkan guna mencapai tujuan-tujuan badan usaha misalnya mencapai laba, return of investment, peningkatan omzet penjualan, menguasai pasar dan sebagainya
Menurut Philip Kotler (2005:17)“Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objective in the target market.” Artinya: seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. 
Menurut Zeithaml dan Bitner, dikutip oleh  Ratih Hurriyati (2005:28) “Marketing mix defined as the elements an organization appear as core decision variables in any marketing text or marketing plan.” Artinya: elemen-elemen organisasi perusahaan yang dapat di kontrol oleh perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan konsumen dan akan dipakai untuk memuaskan konsumen.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah seluruh komponen pemasaran yang dapat digunakan dan dikontrol oleh perusahaan untuk memuaskan pelanggan dan mencapai tujuan perusahaan.

  B. Elemen – Elemen Bauran Pemasaran
      Bauran Pemasaran adalah sebagai berikut:
a)    Product (produk) 
b)   Price (harga) 
c)    Place (tempat)
d)   Promotion (promosi)
e)    Packaging (kemasan)
f)    Perception (persepsi)

    Menurut buku “Manajemen Pemasaran” oleh Prof. Dr. Sofjan Assauri, Strategi Acuan/Bauran Pemasaran (Marketing Mix), yaitu: 
1.      Strategi Produk
Menetapkan cara penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang dituju, agar konsumen puas dan perusahaan mendapatkan keuntungan.
2.      Strategi Harga
Satu-satunya unsur yang menghasilkan pendapatan, oleh karena itu harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang dapat dicapai. Dalam penetapan harga terdapat faktor secara langsung, yaitu bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, sedangkan faktor yang tidak langsung adalah produk sejenis yang dijual oleh pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk substitusi dan produk komplementer, serta potongan (discount).
Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga:
1)      Positioning (pemosisian) jasa.
2)      Sasaran perusahaan.
3)      Tingkat persaingan.
4)      Siklus hidup jasa.
5)      Elastisitas permintaan.
6)      Struktur biaya.
7)      Sumber daya yang digunakan.
8)      Kondisi ekonomi secara umum.
9)      Kapasitas jasa.
3.      Strategi Penyaluran/Distribusi
Merupakan kegiatan penyampaian produk sampai ke tangan konsumen pada waktu yang tepat. Bentuk pola saluran distribusi dapat dibedakan atas:
1)      Saluran langsung
2)      Saluran tidak langsung
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi, yaitu:
1)      Jenis dan sifat produk
2)      Sifat konsumen potensial
3)      Sifat persaingan yang ada
4)      Saluran itu sendiri
4.      Strategi Promosi
Berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan
memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi:
1)      Advertising
2)      Sales promotion
3)      Public relations and publicity
4)      Personal selling
5)      Direct marketing
Faktor yang harus diperhatikan dalam promosi:
1)      Identifikasi target:  berhubungan dengan segmentasi pasar.
2)      Tentukan tujuan promosi: untuk menginformasikan, memengaruhi, atau     mengingatkan.
3)      Kembangkan pesan yang disampaikan: berhubungan dengan isi pesan, struktur pesan, gaya pesan, dan sumber pesan.
4)      Pilih bauran komunikasi: apakah komunikasi personal atau nonpersonal.

Menurut Alma peranan elemen Bauran Pemasaran dalam lembaga pendidikan yaitu:
1.      P1 = Product : merupakan hal yang paling mendasar yang akan menjadi pertimbangan preferensi pilihan bagi calon. Misalnya jurusan apa yang tersedia pada satu universitas, ada jurusan favorit dan ada yang tidak. Demikian pula performance dari lulusan jurusan tertentu pada universitas tersebut, turut mempengaruhi pilihan calon.
2.      P2 = Price : Elemen ini berjalan sejajar dengan mutu produk. Apabila mutu produk baik, maka calon mahasiswa berani membayar lebih tinggi. Bila SPP dinaikkan apakah minat masuk PT berkurang? Tidak, sepanjang SPP tersebut masih dirasa dalam batas keterjangkauan mahasiswa. Akan tetapi ada perguruan tinggi yang menetapkan SPP tinggi sekali, peminatnya tetap banyak.
3.      P3 = Place : Pada umumnya para pimpinan PTS sependapat bahwa lokasi, letak PTS yang mudah dicapai kendaraan umum, cukup berperan sebagai bahan pertimbangan calon mahasiswa untuk memasuki PTS
4.      P4 = Promotion : Elemen promosi berlebihan mempunyai hubungan korelatif negative terhadap daya tarik peminat dan ternyata PTS kuat melaksanakan promosi lebih rendah dari pada PTS lemah.
5.      P5 = Physical EvidenceAdalah berupa tampilan bangunan, laboratorium, lapangan olahraga, pertamanan dsb.
6.      P6 = PeopleIni dapat berupa perilaku unsure pimpinan PTS, tercermin pada siapakah yang memimpin?  Figur seorang pimpinan universitas dapat membawa perkembangan pesat bagi universitas tersebut, dan dapat pula seorang pimpinan menjatuhkan nama baik lembaga. Dapat juga dosen dan seluruh karyawan yang melayani mahasiswa.
Terdapat empat kriteria peranan atau pengaruh dari aspek ‘orang’ yang memengaruhi konsumen, yaitu:
a)      Contractors: ‘orang’ disini berinteraksi langsung dengan konsumen dalam frekuensi yang cukup sering dan sangat memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli.
b)      Modifiers: ‘orang’ disini tidak secara langsung memengaruhi konsumen, tetapi cukup sering berhubungan dengan konsumen, contoh: resepsionis.
c)      Influencers: ‘orang’ disini memengaruhi konsumen dalam keputusan untuk membeli, tetapi tidak secara langsung kontak dengan konsumen.
d)      Isolateds: ‘orang’ disini tidak secara langsung ikut serta dalam bauran pemasaran dan tidak sering bertemu dengan konsumen. Contoh: karyawan bagian administrasi penjualan, SDM, dan pemrosesan data.
7.      P7 = ProcessBagaimana proses yang dialami mahasiswa selama dalam pendidikan, misalnya proses tentamen, proses bimbingan skripsi, proses ujian, dan proses wisuda.


Kesimpulan:
Pada umumnya bauran pemasaran memiliki 4 unsur yakni produk, harga, tempat dan promosi, namun berkembang atau bertambah menjadi 7 yaitu :
1.      Produk : Barang atau jasa yang dipasarkan.  Di dalam produk terdapat Merek dagang (Brand), Kemasan (Packaging), Kualitas/mutu produk, Pelayanan (Services), Diversifikasi produk, Pengembangan produk
2.      Price: Jumlah yg akan dibayar oleh konsumen untuk membayar produk. Harga meliputi unsur-unsur daftar harga, potongan, bonus, jangka waktu pembayaran, aturan kredit. Harga biasanya digunakan oleh konsumen/pelanggan sebagai indikator kualitas. Artinya kalau harganya mahal seharusnya kualitasnya baik, dan sebaliknya, kalau harganya murah, maka produk/jasa yang dibeli biasanya kualitasnya tidak baik
3.      Place: Sarana yang produsen gunakan untuk memasarkan/menjual produk atau jasa.  Tempat ini dibedakan menjadi dua ada yaitu:
1.      Saluran tempat secara langsung seperti pasar, toko, warung, agen, internet, mail order, directmail dsb.
2.      Saluran tempat tidak langsung atau distribusi seperti pabrik–konsumen, pabrik– eceran–konsumen , pabrik–grosir–eceran–konsumen
4.      Promotion: Cara produsen menawarkan barang atau jasa yang ia jual ke konsumen. Cara promosi seperti advertising, public relations and publicity, personal selling, nonpersonal selling dan direct marketing
5.      People : Orang atau SDM yang mewakili bisnis. People meliputi karyawan, manajemen, budaya yang  dikembangkan dan custumer service
6.      Process: Gabungan semua aktivitas yang terdiri atas prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin, dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen, meliputi Kompleksitas (complexity) dan Keragaman (divergence)
7.      Physical Environment (Lingkungan Fisik): Keadaan sekitar atau suasana sekitar atau Merupakan lingkungan fisik dimana jasa disampaikan, perusahaan jasa dan konsumennya berinteraksi dan setiap komponen yang berwujud memfasilitasi penampilan atau komunikasi jasa tersebut. Lingkungan fisik meliputi smart (kecerdasan), run-down (susunan acara), Interface (antarmuka), Comfort (kenyamanan) dan facilities (fasilitas)