Senin, 18 Mei 2015

Outing Class di AKK (Ayam Kremes Kraton)

      Hasil Outing Class 12 Mei 2015 di Ayam Kremes Kraton (AKK)

Pada pertemuan ke-12 Hari Selasa, 5 Mei 2015 perkuliahan tidak berlangsung di dalam kelas, namun
diadakan outing class yang berlangsung pukul  13.00-14.30 di Ayam Kremes Kraton (AKK) Utan Kayu, Rawamangun. Dosen kami Bapak Amril Muhammad, S.E, M.Pd tidak dapat hadir karna adanya keperluan lain dalam outing class tersebut. Materi disampaikan oleh manager AKK yaitu Ibu Rovi yang menjelaskan mengenai AKK ini. Berikut ini akan saya jelaskan hasil analisis SWOT terkait ayam kremes kraton ini.
A.       Analisis SWOT
Kekuatan (Strength)
Kelemahan (Weakness)
Produk yang ditawarkan adalah ayam keremes dengan variasi sambel yang menjadi keunggulan.
Price (harga) yang terjangkau bagi karyawan maupun kalangan menengah ke bawah
People (orang) terkait sumber daya manusia yang dimiliki AKK yaitu manajer yang ahli di bidangnya, karyawan yang mengutamakan pelayanan prima dan budaya jawa khas yang ada di AKK
Process(proses) yang meliputi prosedur pengecekan persediaan ayam sudah menggunakan system yang baik, dan terdapat jadwal pekerjaan, mekanisme dari produk yang dihasilkan sampai kepada konsumen
Place (tempat) yang disediakan sudah nyaman dengan suansa keraton yang terlihat pada lampu, namun untuk parkir kurang luas, tidak ada ac, mushola, ataupun sarana penunjang seperti wifi gratis dan tempat makan yang biasa sajatidak memiliki keunikan baik itu dari sisi dekorasi maupun interiornya.
Promotion (promosi) dari pihak AKK sendiri hanya dari mulut ke mulut tanpa adanya kerjasama dengan satu lembaga untuk mempromosikan AKK ini lebih lanjut
People(orang) dari pihak AKK sendiri belum mengoptimalisasi pelayanan custumer service
Physical environment (lingkungan fisik) yaitu keadaan sekitar lingkungn AKK seperti lokasi AKK yang berada lansung di depan jalan, suara bising dan tidak tersedia fasilitas pendung seperti AC, Wifi dan mushola
Ancaman (Oportunity)
Tantangan (Threat)
Ancaman datang dari produk ayam kremes yang juga menawarkan ayam dan bebek kremes dengan harga yang hamper sama.
Pangsa pasar yang sama yaitu kalangan menengah kebawah.
Promosi yang kurang sehingga masyarakat kurang mengenal produk dari AKK


Harga bahan kebutuhan pokok yang terus meningkat, membuat AKK mengatur strategi penjualan dengan menaikan harga daripada  mengurangi kualitas produk
Pengembangan dari menu yang sekarang di tawarkan AKK, misalnya dengan mengeluarkan minuman fariasi rasa dan jenis.

B.  Pengertian Brands (Merek)
Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek
Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan. Menurut pendapat saya, mereka AKK (Ayam Kremes Keraton) ini sangat menjual di pasaran, terutama bagi warga Jakarta yang kebanyakan orang jawa yang ketika mendengan ada kata “keraton” pasti ingin tahu lebih seperti apa produk yang ditawarkan. Untuk logo AKK yaitu ayam yang memakai mahkota ibarat raja keraton dengan warna keemasan yang menurut saya unik sekali dan menjual.

C.  Filosofi Dalam Pemasaran
Dalam pemasaran terdapat lima konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran tersebut yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran dan konsep pemasaran sosial. Berikut ini penjelasannya:
1. Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya terjangkau (murah). Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka. Menciptakan produk yang beraneka ragam jenisnya menjadi acuan dalama konsep ini, karena semakin barang tersebut beranekaragam semakin murah pula harga barang tersebut sehingga konsumen ertarik untuk membeli.
Di Ayam Kremes Kraton ini mempunyai  5 outlet di Jakarta yaitu di Tebet, Boulevard Kelapa Gading, Gading Batavia, Sunter, dan Utan Kayu yang bisa mengantasipasi konsumen.
2. Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik. Di AKK sendiri dari sisi produk yang ditawarkan sudah cukup berkualitas namun pengembangannya yang masih kurang seperti pada menu minuman yang ditawarkan dan untuk ciri khas AKK ini sudah memiliki ciri yaitu logo yang terdiri dari ayam yang memakai mahkota ibarat raja kraton berwarna keemasan. 
3. Konsep penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif. Tujuan dari konsep penjualan ini adalah mempermudah konsumen dalam hal mendapatkan produk tersebut. Contoh pengimplementasiannya adalah maraknya MLM (Multi Level Marketing) dan bisnis-bisnis online yang mempermudah konsumen dalam hal mendapatkan produk tersebut.
Di Ayam Kremes Keraton ini dahulu pernah menerapkan system frenchas namun system ini membuat AKK menjadi tidak terukur kualitas produk yang ditawarkan sehingga membuat nama AKK jelek dan sekarang system itu ditiadakan.
4. Konsep pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing lain. Di AKK belum terlihat adanya konsep pemasaran yang memberikan kepuasan pada konsemen sehingga konsumen menjadi tertarik untuk datang dan makan lagi di AKK ini.
5. Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. Konsep pemasaran sosial ini tidaklah mengutamakan keuntungan semata namun juga mengedepankan nilai-nilai social yang ada di dalam masyarakat. Contohnya seperti mengadakan bakti sosial dan peduli lingkungan oleh beberapa merk produk. Di AKK sendiri masih berorientasi pada keuntungan belum mengedepankan nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat sekitar.